MAKALAH
BENTUK-BENTUK SOAL QOWAID atau TAROKIB
(makalah
ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Evaluasi Pembelajaran)
Dosen
pengampu: H. Bisri Mustofa, M.A
Disusun
Oleh:
1. Anwarul
Muniroh (14150084)
2. Via
Dila Hasanah (14150087)
3. RR.
Nur Apriyanti Atika AS (14150098)
4. Ibadurrahhman
Al-Huda (14150118)
5. Silva
Ahza (14150124)
6. Hudan
Alfriansyah (14150126)
JURUSAN
PENDIDIKAN BAHASA ARAB
FAKULTAS
ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
2016
KATA
PENGANTAR
Segala puji hanya
milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu
tercurahkan kepada Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan
rahmat-Nya penyusun mampu menyelesaikan tugas Evaluasi
Pembelajaran ini guna memenuhi tugas mata kuliah.
Makalah ini disusun agar pembaca
dapat mengerti Bentuk-bentuk soal dalam Qowaid atau Tarokib. Kepada pembimbing
yang telah memberikan arahan, dalam memberikan bimbingan kepada penulis,
rasanya tiada kata yang pantas diucapkan selain terima kasih yang tak
terhingga.
Untuk itu melalui kata pengantar ini
penulis sangat terbuka menerima kritik serta saran yang membangun sehingga
secara bertahap penulis dapat memperbaikinya. Namun demikian penulis sangat
berharap kiranya makalah ini dapat memberikan manfaat dan kontribusi yang besar
terhadap perkembangan ilmu pengetahuan
khususnya tentang Evaluasi Pembelajaran. Semoga makalah ini dapat
memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca.
Kami sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna.
Untuk itu, kepada dosen Pengampu mata kuliah ini kami
meminta masukannya demi perbaikan pembuatan makalah
kami di masa yang akan datang dan mengharapkan kritik
dan saran dari para pembaca.
Malang,
29 Oktober 2016
Tim Penyusun
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR........................................................................... i
DAFTAR ISI......................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
DAFTAR ISI......................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang................................................................................. 1
B. Rumusan
Masalah............................................................................ 1
C. Tujuan
Penulisan.............................................................................. 2
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Qowaid atau Tarokib .................................................... 3
B. Tujuan Pembelajaran Qowaid atau Tarokib
..................................... 4
C.
Bentuk-bentuk soal Qowaid atau
Tarokib .......................................... 7
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
...................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Dalam proses
pembelajaran, terdapat berbagai jenis tes guna untuk mengukur kemampuan peserta
didik dan sejauh mana tujuan pembelajaran tercapai dan sejauh mana materi yang
telah diterima oleh siswa itu dipahami.
Dalam
pembelajaran bahasa arab juga terdapat salah satu inti pokok dalam
pembelajarannya yaitu pembelajaran tarokib atau qowaid. Pada pembelajaran tarokib
atau qowaid ini siswa dituntut untuk dapat memahami teks bacaan yang ada
dengan kaidah-kaidah yang telah dipelajari.
Test yang
digunakan pada tiap tingkatan pendidikan tidaklah sama, karena materi yang
mereka terima dan kualitas soal yang akan mereka kerjakan juga berbeda. Sehingga
sebagai seorang pendidik haruslah mengerti jenis soal apa yang cocok untuk tiap
tingkatan. Sehingga siswa tidak merasa kesulitan saat melaksanakan tes.
Namun pada
realita yang ada, masih banyak para pendidik yang menyiapkan soal untuk pada
siswa tidak pada tingkatannya khususnya pada soal qowaid atau tarokib.
Oleh karena itu makalah ini bertujuan untuk (1.) memahami bentuk-bentuk soal
yang ada pada qowaid atau tarokib (2.) dapat membuat soal yang baik dan tepat
bagi peserta didik pada tiap tingkatan satuan pendidikannya. Dengan begitu
pemakalah akan mengkaji melalui makalah ini tentang bentuk-bentuk soal qowaid
atau tarokib.
B.
Rumusan
Masalah
Dalam makalah ini kami merumuskan beberapa masalah, sebagai
berikut:
1.
Apa
pengertian Qowaid atau Tarokib?
2.
Apa
tujuan Pembelajaran Qowaid atauTarokib?
3.
Apa
saja bentuk soal yang ada dalam pembelajaran Qowaid atau Tarokib?
C.
Tujuan
Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu:
1.
Untuk
mengetahui pengertian Qowaid atau
Tarokib
2.
Untuk
mengetahui tujuan dalam pembelajaran Qowaid atau Tarokib
3.
Untuk
menganalisis bentuk-bentuk soal yang ada dalam pembelajaran Qowaid atau Tarokib
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Qowaid atau Tarokib
Kata qowaid
secara leksikal memiliki dasar, alasan, pondamen, peraturan
dan kaidah. Sedangkan secara istilah, qa’idah adalah ketentuan universal yang
berkesesuaian dengan bagian-bagiannya.[1] Namun, dalam pembahasan kali ini yang
dimaksud dengan qowaid disini ialah tata bahasa dalam bahasa arab yang meliputi
nahwu dan sharaf.
Menurut Fathul
Mujib dan Rahmawati dalam bukunya (2012) menyebutkan bahwa nahwu itu
membicarakan hukum-hukum huruf, kata dan kalimat, serta bunyi akhir dari sebuah
kata. Sedangkan sharaf membicarakan perubahan bentuk kata kerja ke kata benda
turunan, dan perubahan bentuk
kata kerja sesuai pelaku dari perbuatan tersebut.
Tarokib
merupakan kaidah-kaidah bahasa yang lahir setelah adanya bahasa itu, dan telah
digunakan oleh penggunanya. Oleh karenanya tarokib dipelajari agar pemakai
bahasa mampu menyampaikan ungkapan bahasa dan mampu memahaminya dengan benar,
baik dalam bentuk tulisan maupun dalam bentuk ucapan.[2]
Sedangkan
Tarkib adalah aturan-aturan yang mengatur penggunaan bahasa arab yang digunakan
sebagai media untuk memahami kalimat. [3]
Struktur tata bahasa sering diucapkan dengan istilah
struktur, tata bahasa, struktur gramatikal, atau kaidah bahasa. Dalam penulisan
ini dipergunakan istilah struktur atau tata bahasa dengan menunjukkan
pengertian yang sama dengan gramatikal, yaitu sebagai “subsitem dalam
organisasi bahsa di mana satuan-satuan bermakna bergabung untuk membentuk
satuan-satuan yang lebih besar” (Kridalaksana,1982:51)
Penyusunan tes
struktur, seperti haknya menyusun tes-tes yang lain, mencakup dua masalah
pokok:
a)
Pemilihan
bahan yang akan
diteskan;
b)
Pemilihan
bentuk dan cara pengetesan khususnya yang bertuuan untuk menunjang kompetensi
berbahasa.
Kedua masalah tersebut
sama-sama penting dan perlu diperhatikan oleh para penyusun tes.
Dari beberapa
definisi diatas dapat disimpulkan bahwa salah satu unsur penting dalam
pembelajaran bahasa arab adalah qowaid atau tarkib yang mana mengkaji tentang
tata cara pembuatan struktur serta membaca sebuah kalimat dengan baik dan benar
sehingga dapat dipahami maknanya.
B.
Tujuan
Pembelajaran Qowaid atau Tarokib
Jika penyusunan
tes dimaksudkan untuk mengukur hasil belajar peserta didik, struktur yang mana
yng perlu diteskan, hal itu tidaklah sulit untuk ditentukan. Sebab, kita dapat
mendasarkan diri pada kurikulum dan buku-buku pelajaran yang dipergunakan pada
tingka sekolah yang bersangkutsn. Penyusunan tes yang demikian berlaku, baik
utnuk tes-tes formatif, sumatif maupun tes akhir (mungkin UN).
Penyusunan tes
yang dimaksudkan untuk mengukur kecapakapan umum (general proficiency test),
pemilihan bahan struktur akan lebih sulit dilakukan, dalam banyak hal pemilihan
itu akan bersifat subjektif.[4]
1. Tujuan Umum
Madkur (1991:
321) menyebutkan bahwa tujuan belajar nahwu pada tahap pembelajaran umum adalah
untuk menjaga lisan dan menghindari kesalahan dalam ungkapan. Jika seorang
siswa membaca, berbicara atau menulis, ia tidak merafa’kan yang khafad, dan
tidak mengkasrahkan yang nashab. Tujuan belajar nahwu adalah membentuk malakah
lisan yang benar. Bukan hanya semata menghafal qaidah. Orang Arab yang
menggunakan bahasa Arab pada awalnya belum mengenal istilah hal, tamyiz, dan
belum mengetahui perbedaan antara mubtada dan khabar. Semua nama-nama ini
disebut oleh para guru nahwu ketika mereka menetapkan qa’idah bahasa agar
terpelihara dari kesalahan.
Sementara itu,
Hanomi dalam Fzil (2012) memaparkan bahwa tujuan pembelajaran qawa’id yaitu:
1.
Untuk
memelihara lisan dari kesalahan dan memelihara tulisan dari kekeliruan serta
menciptakan kebiasaan berbahasa yang benar. Sebagaimana yang diperintahkan oleh
Ali Ibn Abi Thalib kepada Abul Aswad al- Duali untuk menetapkan kaidah-kaidah
nahwu agar terpeliharanya bahasa Arab dari kerusakan yang disebabkan oleh
bercampurnya dengan orang- orang asing dan terpengaruh oleh dialek mereka.
2.
Memahami
posisi kata, sehingga membantu mengantarkan kepada pemahaman yang baik terhadap
makna kata tersebut.
3.
Mengasah otak, menajamkan perasaan dan
menumbuhkan perbendaharaan bahasa siswa.
4.
Membiasakan
siswa mampu melihat dengan jeli, berfikir rasional dan sistematis, melatih
mengambil kesimpulan, menggunakan teori, agumentasi yang mengantarkan siswa
mengikuti pola induktif dalam pembelajaran qawa’id.
5.
Mengetahui
dengan mudah kesalahan yang terdapat pada suatu kalimat, dengan merujuk pada
standar kaidah yang dipelajari, karena kaidah bahasa merupakan ilmu standar
yang menjauhkan siswa dari kesalahan dan mengingatkan ketika terjadi kesalahan.
Sementara itu
Abdul Wahab dalam Riskinight (2013) mengemukakan tujuan pembelajaran qawa’id
sebagai berikut:
1.
Membekali
peserta didik dengan kaidah-kaidah kebahasaan yang memungkinkannya dapat
menjaga bahasanya dari kesalahan;
2.
Menumbuhkembangkan
pendidikan intelektual dan membawa mereka berpikir logis dan dapat membedakan
antara struktur (tarakib), ungkapan-ungkapan (ibarat), kata dan kalimat;
3.
Membiasakan
peserta didik cermat dalam pengamatan, perbandingan, analogi, dan penyimpulan
(kaidah) dan mengembangkan rasa bahasa dan sastra (al-dzauq al-adabi) karena
kajian nahwu didasarkan atas analisis lafazh, ungkapan, uslub (gaya bahasa),
dan pembedaan antara kalimat yang salah dan yang benar.
4.
Melatih peserta didik agar mampu menirukan dan
mencontoh kalimat, uslub (gaya bahasa), ungkapan, dan performa kebahasaan
secara benar, serta mampu menilai peforma (lisan maupun tulisan) yang menurut
kaidah yang baik dan benar.
5.
Mengembangkan
kemampuan peserta dididk dalam memahami apa yang didengar, (isi pembicaraan)
dan yang tertulis (isi bacaan).
6.
Membantu
peserta didik agar benar dalam membaca, berbicara, dan menulis atau mampu
menggunakan bahasa Arab lisan dan tulisan secara baik dan benar.
2. Tujuan
Khusus pada Tingkat Ibtidaiyyah, Mutawasithah dan Tsnawiyyah
Madkur (1991:
33-34) menjelaskan tujuan pembelajaran nahwu untuk tingkat ibtidaiyyah,
mutawasithah dan tsanawiyyah sebagai berikut:
a. Tujuan
pembelajaran nahwu pada tingkat ibtidaiyyah
1) Siswa mengenal susunan jumlah berbahasa Arab, sistem
pembentukannya, mampu menggunakan lafazh dan struktur dengan penggunaan yang
benar.
2) Menggunakan kebiasaan berbahasa yang benar melalui menyimak,
hikayah dan banyak menggunakan.
3) Menumbuhkan kemampuan siswa untuk mengungkapkan yang benar, dan
membedakan yang salah dari yang benar. Hal itu dilakukan dengan cara membentuk
kebiasaan berbahasa yang benar.
4) Membekali
mereka sebagian makna, struktur yang benar.
5) Melatih mereka untuk menggunakan karakteristik jumlah bahasa
Arab dan pembentukannya.
b.
Tujuan pembelajaran nahwu pada tahap mutawashithah dan tsanawiyyah
1) Memperdalam kajian berbahasa dengan cara mengembangkan kajian
nahwu bagi siswa. Karena hal itu akan mendorong mereka untuk berpikir dan
memperoleh perbedaan secara mendalam antara paragraph, struktur, jumlah dan
lafazh.
2) Memperdalam kekayaan bahasa mereka melalui kajian teks, sastra,
menumbuhkan dzauq mereka, dan kemampuan mereka untuk mengungkapkan ucapan dan
tulisan secara benar.
3) Menambah kemampuan siswa untuk menyususn pengetahuan mereka,
menambah kemampuan mereka untuk mengkritik uslub yang mereka dengar atau mereka
baca.
4) Membiasakan siswa agar mendalam dalam mengamati, menimbang,
menetapkan hukum, meningkatkan dzauq sastra mereka. kajian nahwu dilakukan
dengan cara menganalisis lafadz, jumlah, uslub, dan mengatahui hubungan antara
ma’na dan strukturnya.[5]
C. Bentuk-Bentuk Soal
1. Menyempurnakan ( التَّكْمِلَةُ )
Pada umumnya jenis butir soal seperti ini berfungsi
untuk menguji kemampuan siswa dalam menggunakan uslub (pola) kalimat bahasa
arab yang sempurna, juga untuk menguji kemampuan siswa dalam memberi syakal (harakat)
sesuai dengan ilmu nahwu yang telah mereka pelajari. [6]
Adapun
bentuk soal dari jenis ini adalah sebagai berikut:
١) أمثلة: اكتب الكلمة الصحيحة في المكان الخالي!
أ- مدينة مالانج ... جاوى الشرقية.
الجواب: في.
ب- الطلاب يذهبون ... المدرسة.
الجواب:
إلى.
Keterangan: soal ini berfungsi untuk menguji pemahaman siswa dalam
penggunaan huruf-huruf jer
٢) أمثلة: ضع أداة التعريف (ال) في المكان الخالي، وعلامة (x) إذا كانت الكلمة لا تقبل أداة التعريف!
أ- يا صديقي! كيف ...
حالك؟
الجواب: (x)
ب- زرت مدينة الرياض
قبل زيارة ... مدينة المنورة.
الجواب: (ال)
Keterangan: soal ini berfungsi untuk menguji pemahaman siswa dalam menentukan
isim nakirah dan isim ma’rifah.
٣) أمثلة: أكمل بوضع الصيغة الصحيحة للفعل الذي بين القوسين!
أ- أنا ... السيارة.
(يركب)
ب- المسلمون ... في
المسجد. (يصلي)
جـــ- فاطمة ...
الطعام في المطبخ. (يطبخ)
الجواب: أ- أركب. ب- يصلون. جـــــ-
تطبخ
Keterangan: soal ini berfungsi untuk menguji pemahaman siswa dalam menggunakan
kata kerja (fi’il) yang sesuai dengan pelakunya.
2.
Pilihan Ganda (الاختيار من
متعدد )
Bentuk soal Qawaid dan Tarakib dengan model
Pilihan Ganda ini dibagi menjadi 3 bentuk, sebagai berikut:
a.
Mencari jawaban
yang benar
اختر الكلمة الصحيحة!
١-
فاطمة طالبة، وهي ... (أ- تدرس ، ب- يدرس ، ج- يدرسون ،
د- تدرسين) في الجامعة.
الجواب
: أ
٢-
فاطمة طالبة، وهي ... في الجامعة
أ) تدرس ج)
يدرسون
ب) يدرس د) تدرسي
الجواب : أ
Keterangan: soal ini berfungsi untuk melatih siswa dalam menentukan
fi’il yang sesuai dengan fa’ilnya. Adapun perbedaan dari kedua soal di atas
hanya terletak pada cara penyajiaannya.
b.
Memilih kalimat
yang benar
اختر الجملة الصحيحة!
أ) فاطمة طالبة،
وهي تدرس في الجامعة
ب) فاطمة
طالبة، وهي يدرس في الجامعة
جــــ) فاطمة
طالبة، وهي تدرسين في الجامعة
د) فاطمة
طالبة، وهي يدرسون في الجامعة
الجواب: أ
Keterangan: selain
berfungsi sebagaimana soal sebelumnya pada poin (a), soal ini juga berfungsi
untuk melatih siswa dalam menentukan kalimat dengan susunan (uslub) bahasa Arab
yang benar dan sesuai dengan kaedah yang telah mereka pelajari.
c.
Mencari makna
tersirat
اختر الجملة المناسبة لما قبلها!
١- فاطمة طالبة،
وهي تَدْرُسُ في الجامعة.
أ) فاطمة
مُدَرِّسَةٌ في الجامعة
ب) فاطمة
تَدْرُسُ في المدرسة
ج) فاطمة
تُدَرِّسُ في الجامعة، لأنها مُدَرِّسَةٌ
د) فاطمة
تَدْرُسُ في الجامعة، لأنها طالبة
الجواب: د
Keterangan: selain berfungsi untuk melatih siswa dalam menentukan
kalimat yang memiliki susunan yang benar, soal seperti ini juga untuk menguji
tingkat pemahaman siswa dalam menyerap makna tersurat yang dikandung dalam
sebuah kalimat.
3.
Mengubah (تحويل)
١-
أعد كتابة الجمل التالية مبتدئا بالكلمات المعطاة مع تغيير ما يلزم دون تغيير المعنى
العام للجملة:
أ) هذا القرآن
هل قرأته في المسجد كل يوم؟
هل _________________ ؟
الجواب: هل
قرأت هذا القرآن في المسجد كل يوم؟
ب) جاء عادل
ومحمود فذهب عامر إلى المسجد.
عادل _________________
الجواب: عادل
ومحمود جاءا فذهب عامر إلى المسجد.
Keterangan: soal ini berfungsi untuk menguji kemampuan siswa dalam
mengubah sebuah kalimat sesuai dengan susunan yang diinginkan. Selain itu,
siswa juga dituntut untuk merubah kalimat yang dianggap kurang sesuai sehingga
menjadi kalimat yang baik.
٢- أعد كتابة الجمل الآتية مبتدئا بما تحته
خط مع تغيير ما يلزم
أ) يصلي
المسلمون في المسجد.
الجواب:
المسلمون يصلون في المسجد.
ب)
تتعلم الطالبات في القسم.
الجواب: الطالبات
يتعلمن في القسم.
Keterangan: soal seperti ini berfungsi untuk menguji siswa dalam
menggunakan jumlah ismiyah dan jumlah fi’liyah yang benar sesuai kaedah.
٣- استبدل هذه الجملة بما يناسب الكلمة التي بين القوسين!
أ) جاء
الأستاذ من سولو أمس. (يسافر)
الجواب:
يسافر الأستاذ إلى سولو اليوم.
Keterangan: soal seperti ini berfungsi untuk menguji siswa dalam
menggunakan kata kerja sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
٤- حول هذه الجمل من المضارع إلى الماضي،
أو إلى المبني للمجهول، أو من المفرد إلى المثنى والجمع، أو من النكرة إلى المعرفة!
مثال: حول إلى
الماضي.
ا) سيذهب مصطفى
غدا إلى شربون.
الجواب: ذهب
مصطفى أمس إلى شربون.
مثال: حول إلى
المؤنث.
ب) الرجال
يسافرون إلى مالانج.
الجواب: النساء
يسافرن إلى مالانج.
مثال: حول إلى
المجهول.
جــــ) يَقْرَأُ
محمد الكتابَ في المعهد هذا الليل.
الجواب: يُقْرَأُ
الكتابُ في المعهد هذا الليل.
Keterangan: soal dengan model seperti ini berfungsi untuk menguji
kemampuan siswa dalam merubah kalimat-kalimat yang ada ke bentuk yang diminta
oleh guru
4.
Mengurutkan (ترتيب)
Siswa diminta untuk mengurutkan kata-kata
yang telah tersedia secara acak, sehingga menjadi kalimat yang sempurna.
رتب هذه الكلمات حتى تكون جملة مفيدة!
١-
تريد ________ ؟
أ)
أن جـــــ) تكون
ب)
زينب د) سمينة
الجواب
: ب – أ – ج – د
٢- الإسلام هو _________.
|
مشكلات
|
العالَم
|
لكل
|
الحل
|
أ) لكل الحل
مشكلات العالم
ب) مشكلات
عالم لكل الحل
جـــــــ) العالم
الحل لكل مشكلات
د) الحل لكل
مشكلات العالم
الجواب
: د
Keterangan: soal seperti ini berfungsi untuk menguji kemampuan siswa
dalam mengurutkan kata-kata yang tersusun secara acak, sehingga menjadi kalimat
sempurna. Tentunya, hal ini membutuhkan pemahaman qawaid dan tarakib yang benar
bagi siswa tersebut. Adapun perbedaan dari dua soal di atas adalah hanya pada
cara penyajian dan cara menjawab soal.
5.
Membedakan ( التَّمْيِيْزُ )
١- أحط الرقم الموجود تحت الكلمة التي تعتقد أنها خطأ!
أ) أحمد عنده مقلمة،
لونها سوداء.
١ ٢ ٣ ٤
Keterangan: soal seperti ini berfungsi untuk menguji kemampuan siswa
dalam membedakan antara kata yang sesuai dengan kaedah dengan kata yang
menyalahi kaedah dalam suatu kalimat.
٢- اكتب الرقم الذي يشير إلى الخطأ في الجملة الآتية!
ب) سأذهب / إلى / المكة / المكرمة
/ مع / العائلتي / إنشاء / الله.
١ ٢ ٣ ٤ ٥ ٦ ٧ ٨
الجواب: ٣ – ٦ – ٧
Keterangan: soal seperti ini berfungsi untuk menguji kemampuan siswa
dalam menentukan kata-kata yang salah dalam satu kalimat.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1.
Salah
satu unsur penting dalam pembelajaran bahasa arab adalah qowaid atau tarkib
yang mana mengkaji tentang tata cara pembuatan struktur serta membaca sebuah
kalimat dengan baik dan benar sehingga dapat dipahami maknanya.
2.
Tujuan
Umum dalam pembelajaran Qowaid adalah untuk menjaga lisan dan menghindari
kesalahan dalam ungkapan.
3.
Bentuk-bentuk
soal qowaid dibagi menjadi 5, yaitu:
a.
Melengkapi/menyempurnakan ( التكملة )
b.
Pilihan Ganda (الاختيار من
متعدد )
c.
Bentuk
soal mengubah (تحويل)
d.
Mengurutkan
(ترتيب)
e. Membedakan ( التَّمْيِيْزُ )
DAFTAR PUSTAKA
Musthofa,Syaiful,
2011, Strategi Pembelajaran Bahasa rab Inovatif, Malang: UIN-MALIKI
PRESS
Burhan,Nurgiyantoro,
Penilaian pembelajaran bahasa berbasis kompetensi, Yogyakarta:BPFE
http://makalah-makalahpba.blogspot.com/2010/01/pengertian-tarkib-qawaid.html?m=1 diakses pada 29 oktober 2016, 12:21
محمد
عبد الخالق محمد، 1996،
اختبارات اللغة سعود: جامعة مالك
[1] http://penerbit.insanrabbani.com/metode-pembelajaran-qawaid/ diakses pada 29 oktober 2016 , 12:19
[2] Syaiful
musthofa, Strategi Pembelajaran Bahasa rab Ibovatif, (Malang: UIN-MALIKI
PRESS, 2011), hlm.92
[3] http://makalah-makalahpba.blogspot.com/2010/01/pengertian-tarkib-qawaid.html?m=1 diakses pada
29 oktober 2016, 12:21
[4] Nurgiyantoro,burhan,
Penilaian pembelajaran bahasa berbasis kompetensi, (Yogyakarta:BPFE)
hlm.329
[5] http://penerbit.insanrabbani.com/metode-pembelajaran-qawaid/ diakses pada 29 oktober 2016 , 12:19
Tidak ada komentar:
Posting Komentar