Kamis, 23 Maret 2017

makalah evaluasi bahasa arab



MAKALAH
BENTUK-BENTUK SOAL QOWAID atau TAROKIB
(makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Evaluasi Pembelajaran)


Dosen pengampu: H. Bisri Mustofa, M.A



Disusun Oleh:
1.      Anwarul Muniroh  (14150084)
2.      Via Dila Hasanah (14150087)
3.      RR. Nur Apriyanti Atika AS (14150098)
4.      Ibadurrahhman Al-Huda (14150118)
5.      Silva Ahza  (14150124)
6.      Hudan Alfriansyah (14150126)


JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA ARAB
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
2016
KATA PENGANTAR

Segala  puji  hanya  milik  Allah SWT.  Shalawat  dan  salam  selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW.  Berkat  limpahan  dan rahmat-Nya penyusun  mampu  menyelesaikan  tugas  Evaluasi Pembelajaran ini guna memenuhi tugas mata kuliah.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengerti Bentuk-bentuk soal dalam Qowaid atau Tarokib. Kepada pembimbing yang telah memberikan arahan, dalam memberikan bimbingan kepada penulis, rasanya tiada kata yang pantas diucapkan selain terima kasih yang tak terhingga.
Untuk itu melalui kata pengantar ini penulis sangat terbuka menerima kritik serta saran yang membangun sehingga secara bertahap penulis dapat memperbaikinya. Namun demikian penulis sangat berharap kiranya makalah ini dapat memberikan manfaat dan kontribusi yang besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan  khususnya tentang Evaluasi Pembelajaran. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca. Kami sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk itu,  kepada  dosen  Pengampu mata kuliah ini kami meminta  masukannya  demi  perbaikan  pembuatan makalah kami di  masa  yang  akan  datang dan mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca.


Malang, 29 Oktober 2016

Tim Penyusun





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...........................................................................        i
DAFTAR ISI.........................................................................................         ii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang.................................................................................         1
B.     Rumusan Masalah............................................................................         1
C.     Tujuan Penulisan..............................................................................         2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Qowaid atau Tarokib   ....................................................        3
B. Tujuan Pembelajaran Qowaid atau Tarokib .....................................         4
C. Bentuk-bentuk soal Qowaid atau Tarokib ..........................................      7

BAB III PENUTUP
A.      Kesimpulan ......................................................................................       13       
DAFTAR PUSTAKA












BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar  Belakang
Dalam proses pembelajaran, terdapat berbagai jenis tes guna untuk mengukur kemampuan peserta didik dan sejauh mana tujuan pembelajaran tercapai dan sejauh mana materi yang telah diterima oleh siswa itu dipahami.
Dalam pembelajaran bahasa arab juga terdapat salah satu inti pokok dalam pembelajarannya yaitu pembelajaran tarokib atau qowaid. Pada pembelajaran tarokib atau qowaid ini siswa dituntut untuk dapat memahami teks bacaan yang ada dengan kaidah-kaidah yang telah dipelajari.
Test yang digunakan pada tiap tingkatan pendidikan tidaklah sama, karena materi yang mereka terima dan kualitas soal yang akan mereka kerjakan juga berbeda. Sehingga sebagai seorang pendidik haruslah mengerti jenis soal apa yang cocok untuk tiap tingkatan. Sehingga siswa tidak merasa kesulitan saat melaksanakan tes.
Namun pada realita yang ada, masih banyak para pendidik yang menyiapkan soal untuk pada siswa tidak pada tingkatannya khususnya pada soal qowaid atau tarokib. Oleh karena itu makalah ini bertujuan untuk (1.) memahami bentuk-bentuk soal yang ada pada qowaid atau tarokib (2.) dapat membuat soal yang baik dan tepat bagi peserta didik pada tiap tingkatan satuan pendidikannya. Dengan begitu pemakalah akan mengkaji melalui makalah ini tentang bentuk-bentuk soal qowaid atau tarokib.



B.     Rumusan Masalah
Dalam makalah ini kami merumuskan beberapa masalah, sebagai berikut:
1.      Apa pengertian Qowaid  atau Tarokib?
2.      Apa tujuan Pembelajaran Qowaid  atauTarokib?
3.      Apa saja bentuk soal yang ada dalam pembelajaran Qowaid  atau Tarokib?

C.    Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu:
1.      Untuk mengetahui pengertian Qowaid  atau Tarokib
2.      Untuk mengetahui tujuan dalam pembelajaran Qowaid  atau Tarokib
3.      Untuk menganalisis bentuk-bentuk soal yang ada dalam pembelajaran Qowaid  atau Tarokib













BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Qowaid atau Tarokib
Kata qowaid secara leksikal memiliki dasar, alasan, pondamen, peraturan dan kaidah. Sedangkan secara istilah, qa’idah adalah ketentuan universal yang berkesesuaian dengan bagian-bagiannya.[1]  Namun, dalam pembahasan kali ini yang dimaksud dengan qowaid disini ialah tata bahasa dalam bahasa arab yang meliputi nahwu dan sharaf.
Menurut Fathul Mujib dan Rahmawati dalam bukunya (2012) menyebutkan bahwa nahwu itu membicarakan hukum-hukum huruf, kata dan kalimat, serta bunyi akhir dari sebuah kata. Sedangkan sharaf membicarakan perubahan bentuk kata kerja ke kata benda turunan, dan perubahan bentuk kata kerja sesuai pelaku dari perbuatan tersebut.
Tarokib merupakan kaidah-kaidah bahasa yang lahir setelah adanya bahasa itu, dan telah digunakan oleh penggunanya. Oleh karenanya tarokib dipelajari agar pemakai bahasa mampu menyampaikan ungkapan bahasa dan mampu memahaminya dengan benar, baik dalam bentuk tulisan maupun dalam bentuk ucapan.[2]
Sedangkan Tarkib adalah aturan-aturan yang mengatur penggunaan bahasa arab yang digunakan sebagai media untuk memahami kalimat. [3]
Struktur  tata bahasa sering diucapkan dengan istilah struktur, tata bahasa, struktur gramatikal, atau kaidah bahasa. Dalam penulisan ini dipergunakan istilah struktur atau tata bahasa dengan menunjukkan pengertian yang sama dengan gramatikal, yaitu sebagai “subsitem dalam organisasi bahsa di mana satuan-satuan bermakna bergabung untuk membentuk satuan-satuan yang lebih besar” (Kridalaksana,1982:51)
Penyusunan tes struktur, seperti haknya menyusun tes-tes yang lain, mencakup dua masalah pokok:
a)      Pemilihan bahan  yang  akan  diteskan;
b)      Pemilihan bentuk dan cara pengetesan khususnya yang bertuuan untuk menunjang kompetensi berbahasa.
Kedua masalah tersebut sama-sama penting dan perlu diperhatikan oleh para penyusun tes.
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa salah satu unsur penting dalam pembelajaran bahasa arab adalah qowaid atau tarkib yang mana mengkaji tentang tata cara pembuatan struktur serta membaca sebuah kalimat dengan baik dan benar sehingga dapat dipahami maknanya.

B.     Tujuan Pembelajaran Qowaid atau Tarokib
Jika penyusunan tes dimaksudkan untuk mengukur hasil belajar peserta didik, struktur yang mana yng perlu diteskan, hal itu tidaklah sulit untuk ditentukan. Sebab, kita dapat mendasarkan diri pada kurikulum dan buku-buku pelajaran yang dipergunakan pada tingka sekolah yang bersangkutsn. Penyusunan tes yang demikian berlaku, baik utnuk tes-tes formatif, sumatif maupun tes akhir (mungkin UN).
Penyusunan tes yang dimaksudkan untuk mengukur kecapakapan umum (general proficiency test), pemilihan bahan struktur akan lebih sulit dilakukan, dalam banyak hal pemilihan itu akan bersifat subjektif.[4]
1. Tujuan Umum
Madkur (1991: 321) menyebutkan bahwa tujuan belajar nahwu pada tahap pembelajaran umum adalah untuk menjaga lisan dan menghindari kesalahan dalam ungkapan. Jika seorang siswa membaca, berbicara atau menulis, ia tidak merafa’kan yang khafad, dan tidak mengkasrahkan yang nashab. Tujuan belajar nahwu adalah membentuk malakah lisan yang benar. Bukan hanya semata menghafal qaidah. Orang Arab yang menggunakan bahasa Arab pada awalnya belum mengenal istilah hal, tamyiz, dan belum mengetahui perbedaan antara mubtada dan khabar. Semua nama-nama ini disebut oleh para guru nahwu ketika mereka menetapkan qa’idah bahasa agar terpelihara dari kesalahan.
Sementara itu, Hanomi dalam Fzil (2012) memaparkan bahwa tujuan pembelajaran qawa’id yaitu:
1.      Untuk memelihara lisan dari kesalahan dan memelihara tulisan dari kekeliruan serta menciptakan kebiasaan berbahasa yang benar. Sebagaimana yang diperintahkan oleh Ali Ibn Abi Thalib kepada Abul Aswad al- Duali untuk menetapkan kaidah-kaidah nahwu agar terpeliharanya bahasa Arab dari kerusakan yang disebabkan oleh bercampurnya dengan orang- orang asing dan terpengaruh oleh dialek mereka.
2.      Memahami posisi kata, sehingga membantu mengantarkan kepada pemahaman yang baik terhadap makna kata tersebut.
3.       Mengasah otak, menajamkan perasaan dan menumbuhkan perbendaharaan bahasa siswa.
4.      Membiasakan siswa mampu melihat dengan jeli, berfikir rasional dan sistematis, melatih mengambil kesimpulan, menggunakan teori, agumentasi yang mengantarkan siswa mengikuti pola induktif dalam pembelajaran qawa’id.
5.      Mengetahui dengan mudah kesalahan yang terdapat pada suatu kalimat, dengan merujuk pada standar kaidah yang dipelajari, karena kaidah bahasa merupakan ilmu standar yang menjauhkan siswa dari kesalahan dan mengingatkan ketika terjadi kesalahan.
Sementara itu Abdul Wahab dalam Riskinight (2013) mengemukakan tujuan pembelajaran qawa’id sebagai berikut:
1.      Membekali peserta didik dengan kaidah-kaidah kebahasaan yang memungkinkannya dapat menjaga bahasanya dari kesalahan;
2.      Menumbuhkembangkan pendidikan intelektual dan membawa mereka berpikir logis dan dapat membedakan antara struktur (tarakib), ungkapan-ungkapan (ibarat), kata dan kalimat;
3.      Membiasakan peserta didik cermat dalam pengamatan, perbandingan, analogi, dan penyimpulan (kaidah) dan mengembangkan rasa bahasa dan sastra (al-dzauq al-adabi) karena kajian nahwu didasarkan atas analisis lafazh, ungkapan, uslub (gaya bahasa), dan pembedaan antara kalimat yang salah dan yang benar.
4.       Melatih peserta didik agar mampu menirukan dan mencontoh kalimat, uslub (gaya bahasa), ungkapan, dan performa kebahasaan secara benar, serta mampu menilai peforma (lisan maupun tulisan) yang menurut kaidah yang baik dan benar.
5.      Mengembangkan kemampuan peserta dididk dalam memahami apa yang didengar, (isi pembicaraan) dan yang tertulis (isi bacaan).
6.      Membantu peserta didik agar benar dalam membaca, berbicara, dan menulis atau mampu menggunakan bahasa Arab lisan dan tulisan secara baik dan benar.
2. Tujuan Khusus pada Tingkat Ibtidaiyyah, Mutawasithah dan Tsnawiyyah
Madkur (1991: 33-34) menjelaskan tujuan pembelajaran nahwu untuk tingkat ibtidaiyyah, mutawasithah dan tsanawiyyah sebagai berikut:
a. Tujuan pembelajaran nahwu pada tingkat ibtidaiyyah
1) Siswa mengenal susunan jumlah berbahasa Arab, sistem pembentukannya, mampu menggunakan lafazh dan struktur dengan penggunaan yang benar.
2) Menggunakan kebiasaan berbahasa yang benar melalui menyimak, hikayah dan banyak menggunakan.
3) Menumbuhkan kemampuan siswa untuk mengungkapkan yang benar, dan membedakan yang salah dari yang benar. Hal itu dilakukan dengan cara membentuk kebiasaan berbahasa yang benar.
4) Membekali mereka sebagian makna, struktur yang benar.
5) Melatih mereka untuk menggunakan karakteristik jumlah bahasa Arab dan pembentukannya.
b. Tujuan pembelajaran nahwu pada tahap mutawashithah dan tsanawiyyah
1) Memperdalam kajian berbahasa dengan cara mengembangkan kajian nahwu bagi siswa. Karena hal itu akan mendorong mereka untuk berpikir dan memperoleh perbedaan secara mendalam antara paragraph, struktur, jumlah dan lafazh.
2) Memperdalam kekayaan bahasa mereka melalui kajian teks, sastra, menumbuhkan dzauq mereka, dan kemampuan mereka untuk mengungkapkan ucapan dan tulisan secara benar.
3) Menambah kemampuan siswa untuk menyususn pengetahuan mereka, menambah kemampuan mereka untuk mengkritik uslub yang mereka dengar atau mereka baca.
4) Membiasakan siswa agar mendalam dalam mengamati, menimbang, menetapkan hukum, meningkatkan dzauq sastra mereka. kajian nahwu dilakukan dengan cara menganalisis lafadz, jumlah, uslub, dan mengatahui hubungan antara ma’na dan strukturnya.[5]

C.  Bentuk-Bentuk Soal

1.              Menyempurnakan  ( التَّكْمِلَةُ )

Pada umumnya jenis butir soal seperti ini berfungsi untuk menguji kemampuan siswa dalam menggunakan uslub (pola) kalimat bahasa arab yang sempurna, juga untuk menguji kemampuan siswa dalam memberi syakal (harakat) sesuai dengan ilmu nahwu yang telah mereka pelajari. [6]
Adapun bentuk soal dari jenis ini adalah sebagai berikut:

١)  ‌أمثلة: اكتب الكلمة الصحيحة في المكان الخالي!

          أ- مدينة مالانج ... جاوى الشرقية.
الجواب: في.
ب- الطلاب يذهبون ... المدرسة. 
      الجواب: إلى.
Keterangan: soal ini berfungsi untuk menguji pemahaman siswa dalam penggunaan huruf-huruf  jer

٢)  ‌أمثلة: ضع أداة التعريف (ال) في المكان الخالي، وعلامة (x) إذا كانت الكلمة لا تقبل أداة التعريف!

أ- يا صديقي! كيف ... حالك؟
    الجواب: (x)
ب- زرت مدينة الرياض قبل زيارة ... مدينة المنورة.
    الجواب: (ال)
Keterangan: soal ini berfungsi untuk menguji pemahaman siswa dalam menentukan isim nakirah dan isim ma’rifah.

٣)  ‌أمثلة: أكمل بوضع الصيغة الصحيحة للفعل الذي بين القوسين!

أ- أنا ... السيارة. (يركب)
ب- المسلمون ... في المسجد. (يصلي)
جـــ- فاطمة ... الطعام في المطبخ. (يطبخ)
الجواب: أ- أركب.         ب- يصلون.     جـــــ- تطبخ
Keterangan: soal ini berfungsi untuk menguji pemahaman siswa dalam menggunakan kata kerja (fi’il) yang sesuai dengan pelakunya.

2.      Pilihan Ganda (الاختيار من متعدد )  
Bentuk soal Qawaid dan Tarakib dengan model Pilihan Ganda ini dibagi menjadi 3 bentuk, sebagai berikut:
a.       Mencari jawaban yang benar
اختر الكلمة الصحيحة!
١- فاطمة طالبة، وهي ... (أ- تدرس ، ب- يدرس ، ج- يدرسون ، د- تدرسين) في الجامعة.
الجواب : أ
٢- فاطمة طالبة، وهي ... في الجامعة
أ) تدرس                                           ج) يدرسون
ب) يدرس                                         د) تدرسي
الجواب : أ
Keterangan: soal ini berfungsi untuk melatih siswa dalam menentukan fi’il yang sesuai dengan fa’ilnya. Adapun perbedaan dari kedua soal di atas hanya terletak pada cara penyajiaannya.

b.      Memilih kalimat yang benar
اختر الجملة الصحيحة!
أ) فاطمة طالبة، وهي تدرس في الجامعة
ب) فاطمة طالبة، وهي يدرس في الجامعة
جــــ) فاطمة طالبة، وهي تدرسين في الجامعة
د) فاطمة طالبة، وهي يدرسون في الجامعة
الجواب: أ
Keterangan: selain berfungsi sebagaimana soal sebelumnya pada poin (a), soal ini juga berfungsi untuk melatih siswa dalam menentukan kalimat dengan susunan (uslub) bahasa Arab yang benar dan sesuai dengan kaedah yang telah mereka pelajari.

c.       Mencari makna tersirat
اختر الجملة المناسبة لما قبلها!
١- فاطمة طالبة، وهي تَدْرُسُ في الجامعة.
أ) فاطمة مُدَرِّسَةٌ في الجامعة
ب) فاطمة تَدْرُسُ في المدرسة
ج) فاطمة تُدَرِّسُ في الجامعة، لأنها مُدَرِّسَةٌ
د) فاطمة تَدْرُسُ في الجامعة، لأنها طالبة
الجواب: د
Keterangan: selain berfungsi untuk melatih siswa dalam menentukan kalimat yang memiliki susunan yang benar, soal seperti ini juga untuk menguji tingkat pemahaman siswa dalam menyerap makna tersurat yang dikandung dalam sebuah kalimat.


3.      Mengubah (تحويل)
١- ‌أعد كتابة الجمل التالية مبتدئا بالكلمات المعطاة مع تغيير ما يلزم دون تغيير المعنى العام للجملة:
أ) هذا القرآن هل قرأته في المسجد كل يوم؟
     هل _________________ ؟
الجواب: هل قرأت هذا القرآن في المسجد كل يوم؟
ب) جاء عادل ومحمود فذهب عامر إلى المسجد.
    عادل _________________
الجواب: عادل ومحمود جاءا فذهب عامر إلى المسجد.
Keterangan: soal ini berfungsi untuk menguji kemampuan siswa dalam mengubah sebuah kalimat sesuai dengan susunan yang diinginkan. Selain itu, siswa juga dituntut untuk merubah kalimat yang dianggap kurang sesuai sehingga menjadi kalimat yang baik.

٢- ‌أعد كتابة الجمل الآتية مبتدئا بما تحته خط مع تغيير ما يلزم
أ‌)       يصلي المسلمون في المسجد.
الجواب: المسلمون يصلون في المسجد.
ب) تتعلم الطالبات في القسم.
الجواب: الطالبات يتعلمن في القسم.
Keterangan: soal seperti ini berfungsi untuk menguji siswa dalam menggunakan jumlah ismiyah dan jumlah fi’liyah yang benar sesuai kaedah.

 ٣- استبدل هذه الجملة بما يناسب الكلمة التي بين القوسين!
أ‌)       جاء الأستاذ من سولو أمس. (يسافر)
الجواب: يسافر الأستاذ إلى سولو اليوم.
Keterangan: soal seperti ini berfungsi untuk menguji siswa dalam menggunakan kata kerja sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

٤- حول هذه الجمل من المضارع إلى الماضي، أو إلى المبني للمجهول، أو من المفرد إلى المثنى والجمع، أو من النكرة إلى المعرفة!
مثال: حول إلى الماضي.
ا) سيذهب مصطفى غدا إلى شربون.
الجواب: ذهب مصطفى أمس إلى شربون.
مثال: حول إلى المؤنث.
ب) الرجال يسافرون إلى مالانج.
الجواب: النساء يسافرن إلى مالانج.
مثال: حول إلى المجهول.
جــــ) يَقْرَأُ محمد الكتابَ في المعهد هذا الليل.
الجواب: يُقْرَأُ الكتابُ في المعهد هذا الليل.  
Keterangan: soal dengan model seperti ini berfungsi untuk menguji kemampuan siswa dalam merubah kalimat-kalimat yang ada ke bentuk yang diminta oleh guru


4.      Mengurutkan (ترتيب)
Siswa diminta untuk mengurutkan kata-kata yang telah tersedia secara acak, sehingga menjadi kalimat yang sempurna.

رتب هذه الكلمات حتى تكون جملة مفيدة!
١- تريد ________ ؟
أ‌)       أن                               جـــــ) تكون
ب‌)  زينب                            د) سمينة
الجواب : ب – أ – ج – د

٢- الإسلام هو _________.
مشكلات
العالَم
لكل
الحل
أ) لكل الحل مشكلات العالم
 ب) مشكلات عالم لكل الحل
جـــــــ) العالم الحل لكل مشكلات
د) الحل لكل مشكلات العالم
الجواب : د       
Keterangan: soal seperti ini berfungsi untuk menguji kemampuan siswa dalam mengurutkan kata-kata yang tersusun secara acak, sehingga menjadi kalimat sempurna. Tentunya, hal ini membutuhkan pemahaman qawaid dan tarakib yang benar bagi siswa tersebut. Adapun perbedaan dari dua soal di atas adalah hanya pada cara penyajian dan cara menjawab soal.

5.      Membedakan ( ­­­­­التَّمْيِيْزُ )
١- أحط الرقم الموجود تحت الكلمة التي تعتقد أنها خطأ!
أ‌)       أحمد عنده مقلمة، لونها سوداء.
١     ٢      ٣      ٤
Keterangan: soal seperti ini berfungsi untuk menguji kemampuan siswa dalam membedakan antara kata yang sesuai dengan kaedah dengan kata yang menyalahi kaedah dalam suatu kalimat.

٢- اكتب الرقم الذي يشير إلى الخطأ في الجملة الآتية!
ب‌)  سأذهب / إلى / المكة / المكرمة / مع / العائلتي / إنشاء / الله.
١       ٢      ٣       ٤      ٥     ٦         ٧      ٨
الجواب: ٣ – ٦ – ٧
Keterangan: soal seperti ini berfungsi untuk menguji kemampuan siswa dalam menentukan kata-kata yang salah dalam satu kalimat.


















BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
1.        Salah satu unsur penting dalam pembelajaran bahasa arab adalah qowaid atau tarkib yang mana mengkaji tentang tata cara pembuatan struktur serta membaca sebuah kalimat dengan baik dan benar sehingga dapat dipahami maknanya.
2.        Tujuan Umum dalam pembelajaran Qowaid adalah untuk menjaga lisan dan menghindari kesalahan dalam ungkapan.
3.        Bentuk-bentuk soal qowaid dibagi menjadi 5, yaitu:
a.       Melengkapi/menyempurnakan ( التكملة )
b.      Pilihan Ganda (الاختيار من متعدد )  
c.       Bentuk soal mengubah (تحويل)
d.      Mengurutkan (ترتيب)
e.       Membedakan ( ­­­­­التَّمْيِيْزُ )











DAFTAR PUSTAKA

Musthofa,Syaiful, 2011, Strategi Pembelajaran Bahasa rab Inovatif, Malang: UIN-MALIKI PRESS

Burhan,Nurgiyantoro, Penilaian pembelajaran bahasa berbasis kompetensi, Yogyakarta:BPFE


محمد عبد الخالق محمد، 1996، اختبارات اللغة سعود: جامعة مالك




[2] Syaiful musthofa, Strategi Pembelajaran Bahasa rab Ibovatif, (Malang: UIN-MALIKI PRESS, 2011), hlm.92
[4] Nurgiyantoro,burhan, Penilaian pembelajaran bahasa berbasis kompetensi, (Yogyakarta:BPFE) hlm.329

[6]68 محمد عبد الخالق محمد، اختبارات اللغة  (سعود : جامعة مالك، 1996) ص.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar